Ketika melihat kover film dan di sana tertera judul “Innaku”, sempat terbesit beberapa tanya dalam otak reptil saya. Pertama, film ini cukup berani mengambil judul daerah. Bukannya judul itu membatasi pasar, Bosku? Berapa banyak sih yang tahu arti kata itu? Di saat hegemoni judul-judul sinetron azab sudah sedemikian melekat di telinga netizen dan emak-emak penjual daster. Kenapa misalnya tidak mengambil judul: Karena Terlalu Sering Main Game Online, Seorang Ibu Mengutuk Anaknya Jadi Paket Data.
Kedua, kover film juga cukup
berani menampilkan gambar seorang ibu dan anak yang tersenyum dengan pakaian
seadannya. Eh, cuma ibunya pale yang tersenyum. Entah anaknya tersenyum atau
tidak di balik masker. Atau mungkin, bisa saja da lagi makan jalangkote. Tapi
over all, pilihan kover yang diambil cukup nekad di saat ekspansi kover-kover
film yang menampilkan artis-artis muda laiknya Amanda Manopo dan Arya Saloka,
bikin baper jomlo-jomlo nusantara.
![]() |
| Kover film pendek Inaaku |
Justru otak limbik dan neokorteks saya beropini berbeda. Dua hal yang saya sebut di atas adalah kekuatan. “Innaku” cukup unik diangkat sebagai sebuah judul. Merangsang seseorang bertanya-tanya, “Apa itu artinya?” Terkait pangsa pasar, judul Innaku mengangkat diksi daerah yang diperlebar dengan sub judul “A Story about Quarantine” yang langgam internasional dan mengetengahkan wacana yang sedang hangat-hangatnya. Ini langkah kreatif. Seakan-akan ada pesan tersembunyi yang saya baca di balik kover, bahwa mengangkat budaya daerah, tak kalah menariknya dari konten-konten yang membebek Amerika, Eropa, atau Korea.
Dari ragam informasi yang masuk di meja redaksi BaubauPedia, berikut tiga fakta menarik dari film pendek Innaku yang banyak berseliweran di medsos se-Kepulauan Buton.
1. Juara Satu Film Pendek FLS2N
Film Innaku adalah film pendek
yang diikutkan dalam Kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa (FLS2N)
Tingkat Nasional. Mengantarkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Baubau, meraih
medali Emas di bidang lomba Film Pendek.
![]() |
| Juara 1 Film Pendek FLSN |
Kegiatan FLS2N berlangsung selama lebih kurang satu minggu (26 Agustus s.d. 2 September 2021). Pada kegiatan ini utusan MAN 1 Baubau terdiri atas dua orang peserta yaitu Laode Syukran Salman sebagai penulis skenario, sutradara, sekaligus editor; serta Fazlur Rahman Alzah Maligana sebagai pemeran utama
2. Covid-19 Menjadi Inspirasi Film
Di benak siswa yang kreatif, pandemi justru menjadi inspirasi. Hal ini diakui oleh sang sutradara. Menurut La Ode Syukran, film Innaku dibuat berdasarkan pilihan tema “Seni Pulihkan Negeri”. Lalu dari tema itu, ia mengangkat kehidupan di sekitar masyarakat saat pandemi Covid-19 ini, menjadi dasar inspirasi.
Secara singkat, film Innaku menceritakan
seorang anak bernama Nathan yang hanya tinggal bersama ibunya, karena ayahnya
telah meninggal.
Ibu Nathan adalah seorang yang
peduli sama tetangganya yang melakukan Isoman, setiap hari ibu Nathan selalu
berbagi makanan dan membantu kebutuhan tetangga yang membutuhkan.
Suatu hari ibu Nathan terpapar
covid 19, lalu melakukan isolasi mandiri di kamarnya. Nathan berusaha untuk merawat ibunya yang
sedang sakit.
Saat tengah merawat ibunya, ibu Nathan meninggal karena penyakitnya semakin parah. Dunia Nathan seketika hancur. Ia sebatang kara. Namun satu kesan yang ditinggalkan sang ibu, membekas kuat dalam sanubarinya. Nathan bangkit, dan melanjutkan keteladanan “pomamasiaka” (sayang menyayangi) yang dicontohkan mendiang ibunya dengan memberi bantuan kepada warga sekitar.
3. Film Kreatif yang Kolaboratif
Film Innaku diproduksi oleh
siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Baubau, dengan crew Produser Ibnu Ridjal Saefullah,
Asisten sutradara oleh Vista Syifa salimah, Sound recordist dipercayakan pada Siti
Sofia Hartin, Location Maneger diampu Salsabila Mursah, Lighting oleh Fadli
Fauzian dan Mulisa, Asisten produksi Syakina Mardatullah, dan Behind the scene dimenej
oleh Muh. Reza Baharuddin. Di bawah bimbingan dan arahan para guru
pembina yaitu Nurmin, S.Pd., Waode Nurul Ulva Rahmadian, S.Pd., Nur
Faizah, S.Pd. , dan Ibnu Mundzir, S.H.
Produksi Film ini juga tak lepas
dari tangan dingin coach Andhy Loppes selama proses shooting film pendek mulai
dari praproduksi hingga pascaproduksi.
Sebagai Kepala MAN 1 Baubau, La
Marihi menyampaikan ucapan selamat kepada peserta lomba maupun kepada para guru
pembina. Dirinya menyampaikan ucapan selamat melalui media daring.
“Alhamdulillah...selamat dan
sukses atas prestasi dan prestise madrasah kita beserta civitas akademik. Terima
kasih atas prestasi yang kita peroleh, ini kebanggaan buat Kota Baubau,
Sulawesi Tenggara, terkhusus Kementerian Agama,” tulis La Marihi melalui media
WhatsAp.
La Marihi pun mengatakan bahwa pada prinsipnya, perolehan
predikat juara Tingkat Nasional bukanlah merupakan hal yang kebetulan,
melainkan melalui usaha yang maksimal seperti diadakannya Pelatihan Film
Pendek.
“Menjelang pelaksanaa lomba
Tingkat Provinsi, OrganisasiSiswa Intra Sekolah (OSIS) telah menggagas
Kegiatan Pelatihan Film Pendek dengan menghadirkan tiga orang pelatih
yaitu Andhy Loppes Eba (Produser/Sutradara dan Jurnalis MNC Media);
Salahudin (Film Maker Moment Project Baubau); dan Laode Abdul Sufirman
Mananti, S.Kom (Sutradara dan Penanggung jawab Wakatobi TV) , “
Jelas La Marihi.
Sudah nonton film pendek Innaku? Klik
di sini. Orang Buton wajib nonton! Setelah Wandi-ndiu, cerita di film Innaku ini
menggoreskan perasaan haru dalam hati saya tentang keteladanan seorang ibu.
Saya teringat puisi-puisi Abdurahman Faiz:
Pada setiap napasnya
bunda membuat matahari baru
dalam jiwamu
Bunda adalah yang terhebat di dunia
sebab ia melahirkan kehidupan
dan memberi nyawa pada kata cinta.
Penulis: La Anto



Tidak ada komentar:
Posting Komentar