Kalau aku disuruh ngelupain kamu, aku mau ke kelurahan dulu, ngurus surat keterangan tidak mampu.
Meme di atas seakan-akan menggambarkan perasaan Wa Ode di video klip terbarunya yang tayang perdana 17 Februari 2021. Bercerita tentang bagaimana seorang tokoh perempuan (diperankan langsung oleh Wa ode), harus menahan perih karena hubungan yang tak sehat. Di mana sang kekasih terlalu banyak menuntut. Terlalu banyak aturan. Ya, semacam over protective lah. Apa-apa mau diurus. Sampai nomor kontak si Niko di catatan kontak Wa Ode, harus dihapus sama si doi. Ketika janjian makan malam, Wa Ode dibiarkan menunggu lama. Hingga akhirnya lilin ditiup sebagai simbol pupusnya harapan. Eh, sang lelaki tiba-tiba nongol. Adu argumen, kemudian si doi baper dan meninggalkan Wa Ode sendiri lagi. Tega amat!
![]() |
| Wa Ode dibiarkan menunggu lama |
Lelaki itu juga kurang peka dengan segala perhatian Wa Ode. Diajak jalan-jalan, malah ogahan dan marah-marah tak jelas. Apa sih maunya lelaki itu? Kan Wa Ode sudah mau melakukan segalanya. Bahkan rela jadi bucinnya. Sok ganteng amat! Kok saya yang jadi emosi yah? Sabar...sabar. Simak penjelasan Wa Ode di bawah ini.
"Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sangat menyayangi kekasihnya. Apapun akan dia lakukan demi pujaan hatinya tersebut. Tapi, yang jadi masalah, pasangannya itu terlalu banyak aturan, dan dari sisi perempuannya terlalu bucin. Jadi, apapun yang cowoknya mau, si cewek akan terus berusaha untuk menerima dan mengabulkannya," terang Wa Ode sebagaimana ditulis dalam caption Youtube.
Ragam adegan yang ditampilkan dalam single perdana Wa Ode itu sangat mewakili lirik lagu Cinta Tanpa Tapi. Saya melihat tema besar dari lagu itu berbicara tentang toxic relationship. Defenisi sederhananya, adalah hubungan beracun yang berdampak buruk bagi keadaan fisik maupun mental seseorang.
Toxic relationship mulai tampak pada bait kedua lirik lagu: Dan kucukup terkejut/saat kamu berkata/mencintaiku tapi/ini tapi/itu tapi/ini itu. Model cinta seperti ini, tedas terlihat manakala seseorang memaksakan kehendak dan kerap mengontrol pasangannya. Ini tak bisa, itu tak bisa. Bisa ini, asal itu. Bisa ini, tapi jangan itu. Pokoknya serba dikekang. Bholimo yingko, somanamo yaku: tak peduli denganmu, yang penting kesenangan saya.
Seseorang yang ditindas pasangannya dalam toxic relationship, akan sulit menjadi diri sendiri. Ia selalu tersiksa dalam bayang-bayang kelam kekasihnya. Hari-hari penuh penderitaan lahir dan batin. Ia juga akan susah mendapat dukungan jika apa yang ingin dicapai, tak seirama dengan kemauan sang kekasih. Alih-alih didukung dan diapresiasi, yang ada malah dicurigai, dikritik, dicemooh, atau dijatuhkan.
Ciri lain dari hubungan beracun adalah sering dibohongi dan dicemburubutai. Pada puncaknya, toxic relationship mengarah pada kekerasan-kekerasan fisik. Jadi hati-hati, Bosku. Beri jeda pada hati untuk menimbang hubungan yang saat ini tengah dijalani. Apakah mengarah pada hal-hal positif, atau malah menyakiti fisik, mental, hingga pelan-pelan membunuh karakter. Ingat, kebucinan kerap terjadi bukan karena lelakinya yang jago winto (gombal tingkat tinggi), tapi karena perempuannya yang mudah dibohongi. Waspadalah!
Kembali ke soal karya dara cantik asal Kota Baubau. Selepas menonton videonya, saya tergelitik mengulik bagaimana Wa Ode memerankan perempuan bucin. Apakah Wa Ode pernah mencecap pengalaman itu?
Ternyata tidak. Ia belum pernah mengalami pengalaman "budak cinta".
"Ada sin di mana menangis itu natural. Dari hati," jawab Wa Ode ketika saya bertanya perihal penjiwaan aktingnya kala menitiskan air mata.
![]() |
| Wa Ode lagi akting nangis |
Awalnya sulit, ungkap Wa Ode, berhubung karakter aslinya rada tomboi dan ia harus menjadi perempuan feminim. Wa Ode pun berbagi rahasia mendalami karakter tersebut.
"Lebih memosisikan diri sebagai perempuan yang jadi korban perasaan. Dan berusaha memasukkan diri dalam cerita tersebut, jadinya terbawa. Yah uda, nangis," bebernya.
Tantangan berikutnya adalah saat akting tertawa tapi harus feminim. Ini bagian yang tak biasa, menurut Wa Ode. Berhubung ia termasuk orang yang kalau tertawa, selalu lepas. Ngakak. Walah!
![]() |
| Feminim kan Wa Ode di sini? |
Dalam bincang daring itu, Wa Ode makin lepas cerita perihal kebahagiaanya bisa membawakan lagu ciptaan Melly Goeslaw. Teh Melly pun berpesan agar lagu itu dibawakan sesuai karakter Wa Ode. Jadi diri sendiri.
"Aku waktu pertama kali dengar demo lagu ini dari Teh Melly, benar-benar nangis gitu. Karena emang arti dari lagu ini dalam banget," ucap Wa Ode.
Oh iya, sebelumnya lagu Cinta Tanpa Tapi diarasemen lebih easy listening ketimbang saat pertama kali dibawakan Wa Ode di kompetisi POP Academy Indosiar. Lagu itu tidak saja berhasil menghipnotis penonton, tapi juga para juri. Terkhusus Agnes Mo yang mengaku ingin sekali membawakan lagu tersebut. Teh Melly pun sangat puas dengan hasilnya. Bagi Wa Ode sendiri, lagu Cinta Tanpa Tapi adalah satu mimpi yang menjadi.
"Pastinya yang aku rasain itu senang sekali. Karena ini benar-benar mimpi aku. Akhirnya terkabul. Emang aku dari dulu, dari kecil suka nonton ajang nyanyi di televisi. Dan benar-benar aku berharap, kapan yah aku bisa ada di panggung besar? Kapan yah aku bisa jadi pemenang? Dan kapan yah aku punya lagu sendiri? Benar-benar di sini, cita-cita aku itu tercapai," ungkapnya.
Terakhir, Wa Ode berharap single perdana itu bisa laris di pasaran dan diterima seluruh lapisan masyarakat. Bisa menjadi salah satu lagu favorit Indonesia, dan kalau beruntung bisa menjadi soundtrack salah satu sinetron atau film.
Wah, luar biasa. Sukses selalu, Wa Ode. Semoga mimpi-mimpi berikutnya kembali menyata.
Salam dari penggemarmu di Baubau yang pernah mengalami bucin.
La Anto
(Yang ingin nonton videonya, sila klik link ini)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar